Sabtu, 27 Juni 2015

Bintang Jatuh (Cahaya Kuadrat)

http://stress.lovetoknow.com


Untuk topik ini baru terpikir oleh saya belum lama, sewaktu camping "sendiri" di Telaga Bodas pertengahan bulan ini. Postingan kali ini tidak akan saya bahas mengenai catatan perjalanannya, tapi mengangkat sisi lain yang menemani kala itu, menyesuaikan diri dengan keadaan.

Pertanyaan saya mengenai fenomena Bintang Jatuh itu mengemuka dalam sekejap, saat merasa iseng sendiri. Rasa was-was karena bermalam soliter dalam arti sebenarnya, hingga melihat atap dunia di langit yang luas itu. Titik-titik putih yang bertebaran di angkasa, yang konon katanya merupakan "matahari" dari galaksi lain, terlihat kecil oleh karena jaraknya yang sangat jauh.

Senin, 08 Juni 2015

Jalan dan "Jalan"




Kalau dihitung-hitung dari durasi, belum genap lima tahun saya mulai suka jalan-jalan. Sudah cukup lama tapi waktu bersihnya tidak sepanjang itu, karena jumlah nett hari yang dihabiskan untuk trip, mungkin hanya beberapa bulan saja. :D

Awalnya juga bukan karena langsung coba untuk jalan, tapi menyiapkan karpet merah untuk kegiatan jalan-jalan tersebut disini, dalam hal itu tiket pesawat. Dalam bayangan saya, untuk trip harus yang cukup jauh, luar kota, luar pulau, atau luar negeri. Belakangan keadaannya berbalik, saya jadi malas jalan jauh, karena jarak dekat juga ada tujuan lain yang tidak kalah menarik. :)

Kamis, 28 Mei 2015

(titik) Batas Jalan


Kata yang dijadikan judul ini cukup unik, karena keberadaannya antara diinginkan atau tidak. Bagi pasukan optimis, kata batas itu harus dilewati, bahasa kerennya harus melampaui titik tersebut. Tidak salah memang, karena pada dasarnya manusia dituntut demikian, untuk mengalahkan "batas" palsu dalam dirinya, untuk sampai kepada batasan alami yang lebih benar, kalau tidak pernah mencoba bagaimana akan tahu?

Untuk batasan kali ini, saya akan membuka titik tersebut, bukan dalam arti dapat dilewati dengan berani, melainkan menjadi "putar balik" dalam arahnya, alias berhenti. Dikaitkan dengan perjalanan yang (masih) punya banyak cerita, pada beberapa tempat di waktu yang berbeda. :D

Selasa, 28 April 2015

eksplore Puncak Gede ( Turun Gunung )




Sengaja hanya cerita bagian terakhirnya, alias waktu sesi pulang. Oleh karena hitung2an di atas kertas ternyata harus disesuaikan dengan keadaan. Plus kejadian yang tidak diduga dan sudah diantisipasi akhirnya menimpa kami (saya dan satu teman).

Cerita di mulai saat kami akan pulang dari perkemahan, berlokasi di alun-alun Surya Kencana. Setelah beristirahat dengan cerita yang (lebih) seru dalam tanda kutip, satu hari sebelumnya.

"Di sini ada ojek atau angkutan umum tidak yah? Kalau ada lebih baik bayar saja, sudah cape kalau harus jalan lagi" gerutu satu teman saya, setelah yang bersangkutan mengalami kejadian apes dan belum sepenuhnya recovery di hari itu. Tapi katanya sudah lebih baik ketimbang kemarin sore.

Kamis, 19 Maret 2015

Bukan Sekadar (tips) Menulis



Sebetulnya jadi terlihat percaya diri andai saya menulis ini, kemudian sampai mempublikasikannya. Tapi tidak ada salahnya berbagi, kebetulan saya sampai ada pada titik ini karena kesediaan beberapa orang dalam berbagi. :)

Rabu, 11 Maret 2015

Menangkap Waktu (via cahaya)



Melukis dengan Cahaya, wih keren banget kalimatnya, terasa oke dan berkelas. Aktifitas itu digunakan oleh para pengabdi momentum yang menangkap sesuatu, termasuk waktu. Menangkap waktu? Memangnya bisa? Sangat bisa, karena kita hidup pada zaman keemasannya.

Waktu yang di "Pause" atau dipotong seketika, kita semua pasti pernah melakukannya, sangat murah untuk didapatkan. Bahkan karena sangat mudahnya, hal itu sampai menjadi tidak begitu penting lagi, dan agak luput diperhatikan dalam posisinya. Seperti kegiatan naik kendaraan atau nonton televisi yang sudah sangat biasa. Apa itu?

Jumat, 16 Januari 2015

trip Ciherang Puncak Dua


Saat mendengar infonya kemarin, saya langsung penasaran dengan jalan alternatif puncak yang lewat jalur belakang. Peta google maps ikut menuntun persiapan, sekaligus langsung berangkat pada hari kedua di tahun ini.

Karena sudah terbiasa memacu kuda besi di sepanjang jalur non-tol Bogor (arah Jakarta), perjalanan jadi terasa santai. Hendak "memotong" jadi sekali2nya lewat dari arah yang berlawanan. Lewat Depok Margonda, kemudian belok kiri untuk masuk jalan utamanya. Hanya tinggal lurus terus dengan patokan menaiki jembatan di Cibinong, lalu berbelok untuk sampai di Citeureup tidak lama kemudian.

Jumat, 09 Januari 2015

Daftar Judul (Buku)


Ketika sampai akhir, dari mana semuanya bermula? Jawabannya tentu awal.

Suatu awalan merupakan langkah pertama, sebelum ke langkah berikutnya.
Berikut ini adalah karya yang akhirnya "lahir" dalam bentuk halaman buku. 
Dilepas ke umum karena sudah "cukup".
Bermula dari terbaru di atas, sampai terdahulu di bawah. :)


Sabtu, 20 September 2014

Simbol Wisata



Niat untuk berwisata "sejarah" sebetulnya satu dari dua jenis plesiran favorit saya, karena minat masih belum beranjak dari kedua jenis tujuan tersebut, bahkan kini semakin dipertajam dengan satu hal yang menyatu diujungnya.

Keinginan untuk mendatangi simbol-simbol tertentu sebagai tujuan wisata tentu sudah ada, secara tidak sadar. Tapi untuk yang satu ini bermula ketika saya mengunjungi Langkawi, tahun lalu di negeri seberang. Melihat satu identitasnya sebagai simbol kota atau wilayah, patung burung elang yang berdiri, dekat pelabuhannya.

Rabu, 17 September 2014

Lorong Waktu



Lorong itu masih teringat jelas, paling tidak itulah yang teringat sejak pertama kali menjejaknya, kira-kira hampir dua puluh tahun yang lalu, saat masih belum beranjak dari abad dua puluh.

Mengingat langkahku dengan keinginantahuan yang tinggi, tapi kala itu luput oleh karena keenggananku. Sebelumnya melihat dua teman lain yang berlari dari (atas) dalam lorong, mengambil sesuatu di depan pintu, di tempat sementara untuk ransel anak-anak yang datang.