Melanjutkan perjalanan dari catatan sebelumnya dari Baturraden dan Dieng di pertengahan Agustus 2011, maka tujuan berikutnya sekaligus akhir adalah kota Yogyakarta, dimana kedengarannya ketinggalan jaman tetapi baru saat itulah saya menginjakkan kaki disana. :D
Saya memulai petualangan di kota pelajar ini ketika menaiki bus dari Borobudur ke terminal Jombor yang sudah masuk wilayah daerah istimewa Yogyakarta, pada saat naik bus oleh kondektur bus saya di kira turis asing lebih tepatnya turis Jepang dikira, karena sempat berbincang singkat ketika bus terus melaju tetapi tidak penuh.
Pada akhir November 2011 yang lalu untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di luar bumi pertiwi. Hal itu menjadi momen yang tidak biasa tentunya secara pribadi. :D
Perencanaan melakukan perjalanan ini dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan, tepatnya pada awal tahun di bulan Februari ketika saya membeli tiket promo yang diadakan Air Asia, belakangan memang terdapat perubahan diawal dengan bertambahnya rute tujuan.
Tanggal 30 November 2011 dinihari saya sudah bersiap untuk liburan ini, dimana saya diantarkan pada pukul 03.00 pagi dan sampailah di airport Soekarno -Hatta terminal 3 yang masih sepi itu, menjelang pagi mulai banyak berdatangan calon2 penumpang untuk berangkat ke berbagai tujuan (Terminal 3 Soetta ini menjadi kandang bagi maskapai Air Asia baik domestik maupun Internasional).
Selama ini saya belum pernah punya inistiatif untuk jalan-jalan ke suatu kawasan tertentu sebelum saya merencanakan untuk jalan ke Dieng ini, cerita ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya di pertengahan Agustus 2011, sebelum tiba di tempat ini saya mampir terlebih dahulu ke kawasan lain karena searah.
Saya tiba di kawasan Dieng pada pukul 16.00 lewat dan saya lupa memberitahui kondektur micro bus untuk diturunkan di penginapan Bu Jono, tempat dimana saya berencana akan menginap tetapi turunnya sudah lebih jauh dan naiklah ojek untuk menuju tempat tujuan.
Sempat diantarkan tukang ojek untuk bertanya tentang penginapan yang saya lupa namanya ternyata biaya permalam nya di atas budget yang saya siapkan.
Pada akhir Desember 2011 yang lalu saya melakukan trip tiga negara, perjalanan perdana pula keluar negeri. Salah satunya adalah negeri gajah putih Thailand, daerah yang memiliki beberapa tujuan wisata andalan. Tempat yang menjadi tujuan saya adalah Phuket, berlokasi di bagian selatan negara tersebut. Daerah "pantai" yang dapat disejajarkan dengan Bali di Indonesia. Rencana perjalanan hanya beberapa bulan sebelum keberangkatan. Jadwalnya itu tanggal 01 Desember 2011 sudah sampai TKP di sore hari, setelah menempuh perjalanan darat selama dua belas jam, bertolak dari Penang Malaysia pada pukul 5 pagi, masuk perbatasan Malaysia Thailand pukul 7 pagi.
Kabar tentunya berkaitan erat dengan yang namanya keingintahuan, mengapa demikian? Karena tanpa mencari atau berusaha mendapatkan kabar, maka keadaan yang ada tidak penting, karena tidak adanya keingintahuan bagi si pencari kabar. Hal yang juga berlaku sebaliknya dan dua arah, untuk si pemberi kabar yang menggambarkan keadaanya. :)
Bulan Agustus 2011 yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berlibur, ke salah satu tujuan yang sangat saya inginkan beberapa bulan sebelumnya yaitu dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah.
Nyatanya hal itu semakin lengkap dengan tujuan tambahan, sebagai akibat dari informasi yang saya dapatkan dari teman. Daerah Baturraden yang juga terletak di kawasan sejuk, karena perjalanannya searah di rampungkanlah kedua tujuan utama tersebut.
Perjalanan diawali dari agen bus jembatan gantung di Daan Mogot yang kebetulan tidak jauh dari daerah saya, menaiki bus malam Malino Putra tujuan Wonosobo yang tanggalnya kebetulan dua minggu sebelum lebaran sehingga ada juga perantau yang mudik lebih dahulu, karena saya sempat berbincang dengan salah satu orang yang mengantar istri dan anaknya menaiki bus yang saya tumpangi untuk mudik duluan darinya.
Pada bulan september 2011 saya diajak oleh orang tua untuk ikut tour ke Padang, langsung saya menyetujuinya tanpa bertanya ini itu. Alasannya karena saya sedang niat-niatnya jalan, apalagi ke luar pulau jawa tempat di mana saya bernaung. :D
Karena ikut tour maka saya tidak perlu bersusah2 cari detail informasi tempat dan transportasi, paling hanya melihat tujuan-tujuan wisatanya melalui internet, serta melakukan navigasi perjalanan melalui Google Earth.
Selama ini saya hanya mengenal ciri khas Padang melalui masakan Padang-nya, banyak bertebaran di jakarta. Kemudian yang terlintas di pikiran saya sebelum mencari informasi adalah kawasan Bukittinggi yang memang sudah terkenal sebagai puncak nya kota padang.
Mengapa kejar tayang? Karena trip Bali kali ini saya hendak menjalankannya dengan sistem hit and run. Datang kemudian sejauh mata memandang, asal tau dan foto2 dokumentasi narsis kemudian ga pake lama balik, tapi kayaknya sebagian pejalan banyak yang melakukan seperti itu, untuk itulah saya namakan perjalanan dalam kategori "quantity time"
Baru mendarat di Ngurah Rai dengan tiket Air Asia Jkt-Dps pp 260rb (saya bertiga) sudah mulai ada perpecahan diantara kami, dimana saya hendak mengejar sunset di pantai Kuta karena waktu masih memungkinkan, sementara teman yang jadwalnya sama dengan saya dan mempunyai motto yang penting rame2 susah di ajak kompromi alias tidak berpendirian antara mengikuti saya yang punya waktu cuma 4 hari atau ikut teman saya yang satu lagi yang punya waktu seminggu lebih disana, akhirnya dia mengikuti saya karena memang jadwal asli harusnya begitu. :)
Natal atau bahasa inggrisnya Merry Christmas adalah perayaan tentang kelahiran Kristus di dunia, Tuhan yang mengambil rupa manusia. Dulunya Natal tidak semeriah hari Paskah pada zamannya, hal itu juga tertulis di tulisan para nabi, di mana tulisan peristiwa kelahiran Kristus memiliki bobot yang lebih kecil dibanding peristiwa kebangkitanNya, pada jemaat mula2 juga belum ada perayaan semacam itu.
Beberapa tahun belakangan mulailah terkuak cerita tentang asal mula, atau spirit perayaan Natal atau disebut kelahiran Kristus, dipelopori oleh bangsa Romawi yang berkuasa pada zamannya. Mereka berusaha mengubah Kekristenan yang awalnya gaya hidup menjadi suatu agama yang harus dipenuhi dengan berbagai ritual, istilahnya yah balik lagi ke zaman2 dulu, mirip2 dengan cara ibadah orang Israel/Yahudi kepada Tuhan melalui bait suci.
Tentunya banyak hal yang dapat diambil oleh seseorang, terhadap sesuatu yang dilihat didengar dan dirasakannya. Hal itu berlaku dan seringkali disebut sebagai suatu acuan inspirasi. Dalam hal ini saya akan berbagi hal yang dapat menginspirasi didalam membuat suatu catatan perjalanan (dokumentasi) yang dilakukan.
Banyak sekali tentunya hal yang dapat dilakukan didalam mendokumentasikan sesuatu, dimulai dari cerita, pengalaman, foto, video, oleh2, dsb. dan yang paling mudah dilakukan adalah foto, karena hal itu dapat dilakukan dengan sekali pencet saja. :D
Memiliki hasrat untuk berpergian ke tempat baru, mulai terasa tahun ini (2011), artinya belum genap setahun ketika tulisan ini dibuat. Menyadari hal itu sesuatu yang tidak penting, tapi tidak bagi saya. Periode ini ibaratnya seperti membuka "Tirai" yang selama ini tertutup, untuk merasakan pengalaman baru untuk melihat dunia dari langit lain. :)
Ada satu iklan rokok yang beredar di pertengahan tahun ini, cukup membuat saya semakin gatel buat jalan-jalan, khususnya yang digambarkan dalam iklan. :)
Karena iklan diatas tersebut cukup booming, ibaratnya iklan rokok lebih dianggap sukses mengangkat pariwisata. Bisa mengalahkan promosi dari industri pariwisata itu sendiri, dalam hal eksplorasi daerah wisata, sehingga mulai banyak yang mengikuti jejaknya.
Karena sudah terinspirasi dari sana, jadi yang di tampilkan lebih lengkap. Contohnya seperti iklan jamu yang satu ini, mereka mengeluarkan beberapa versi yang berbeda, dengan banyak objek wisata sekaligus. Pesannya juga lebih tajam untuk mengajak berwisata di negeri sendiri.
Sementara saya pun mengikuti jejaknya, terutama untuk dokumentasi kegiatan wisata sendiri. Jadi beberapa travelling yang dilakukan terdapat kenang-kenangan berupa video perjalanan. Memilih media tersebut karena terasa lebih menghidupkan suasana, plus bisa dinikmati dengan lagu favorit. :)
benda yang umurnya juga belum genap satu tahun yang menyimpan hasil sightseeing mata