Saya pernah bercerita mengenai tingkatan menjadi pendukung atau fans di sini. Pada tulisan itu berbicara mengenai pengaruh dan seberapa tinggi minat kita, hingga mendukung dan mengikuti sesuatu hal dengan sangat serius. Kali ini saya ingin membahasnya kembali, tapi mulai mengangkat salah satu yang saya dukung.
Minggu, 28 Juni 2020
Kamis, 25 Juni 2020
Bangun Kepekaan (Intel Inside)
Intel Inside? Memangnya ini sedang promo slogan prosesor komputer?
Bukan slogan yang itu. Tapi tentang arti dasarnya, coba saja terjemahkan.
(Intel Inside = Intel di dalam)
Kali ini saya ingin bercerita lagi, mengenai salah satu dunia yang sebetulnya tidak asing, karena banyak dari kita sering melakukannya. Jika kata tersebut melekat dengan dunia profesi, maka hal itu menjadi sesuatu yang eksklusif, seperti dunia Intel atau Intelijen.
Mengenai bidang Intel ini kurang lebih pernah saya ceritakan di sini. Bedanya pada tulisan itu saya hanya mengangkat salah satu bagiannya saja, yaitu berupa kegiatan Mata-Mata sebagai salah satu bentuk teknik dasarnya. Kenapa dunia Intel (bagi saya) menarik? Karena kemampuannya cukup unik dan mengasyikan, itu salah satu alasannya. :))
Mengenai bidang Intel ini kurang lebih pernah saya ceritakan di sini. Bedanya pada tulisan itu saya hanya mengangkat salah satu bagiannya saja, yaitu berupa kegiatan Mata-Mata sebagai salah satu bentuk teknik dasarnya. Kenapa dunia Intel (bagi saya) menarik? Karena kemampuannya cukup unik dan mengasyikan, itu salah satu alasannya. :))
Kamis, 11 Juni 2020
(Tangga) Percaya Diri
Percaya Diri punya Tangga?
Memang iya. Ada tangga yang rendah atau tinggi.
Atau memang sudah ada dari sananya, hingga tidak perlu tangga lagi.
Atau memang sudah ada dari sananya, hingga tidak perlu tangga lagi.
Dari beberapa tulisan saya belakangan ini, mungkin ada bahasan yang bisa nyambung. Lebih tepatnya semua berhubungan, meski tema-tema yang diangkat tetap dapat berdiri sendiri.
Jika ditelisik atau masuk dalam kategori, saya lebih menyukai kategori yang bersifat Holistik, bukan yang sekadar Spesialis. Jadi semuanya terhubung, tidak pernah ada sesuatu bagian yang benar-benar terpisah. :)
Jika ditelisik atau masuk dalam kategori, saya lebih menyukai kategori yang bersifat Holistik, bukan yang sekadar Spesialis. Jadi semuanya terhubung, tidak pernah ada sesuatu bagian yang benar-benar terpisah. :)
Minggu, 24 Mei 2020
Tenaga Dalam
"Tenaga Dalam? Wih hebat bener kalo bisa."
"Bisa-bisa aja, apa sih yang kaga bisa?"
Untuk cerita kali ini saya ingin mengangkat tentang tema Tenaga Dalam. Mungkin terdengar aneh, karena itu sesuatu yang jauh dan kurang masuk akal. Faktanya memang demikian, tapi bukan tidak mungkin dicapai, tentunya dengan disiplin ilmu yang tinggi, alias tetap berlaku secara ilmiah.
Saya jadi teringat dengan film-film zaman dulu, khususnya film kungfu di penghujung abad dua puluh. Banyak judul yang beredar, mulai dari Kembalinya Pendekar Rajawali, Pedang Membunuh Naga, dsb. Hampir seluruhnya punya kemiripan, yaitu ada senjata rahasia dari tokoh-tokohnya, berupa tenaga dalam, bisa dikeluarkan hanya dengan perantaraan telapak tangan.
Rabu, 20 Mei 2020
Kamar Payung
"Kamar Payung? Maksudnya di dalam kamar ada payung?"
"Bukan begitu, maksudnya kamar yang dipayungi."
Kali ini saya ingin bercerita lagi, mengenai salah satu hobi yang murah meriah. Sebuah aktifitas yang juga sudah lama ada, tapi baru saya sadari belakangan, hingga muncul niatan untuk menjajal kegiatan tersebut.
Pada bahasa sehari-harinya sering disebut sebagai kegiatan kemah atau camping, karena akan menggunakan tenda sebagai tempat bermalam. Salah satu yang teringat adalah kegiatan Pramuka, karena mereka melakukan aktifitas di lapangan terbuka.
Pada bahasa sehari-harinya sering disebut sebagai kegiatan kemah atau camping, karena akan menggunakan tenda sebagai tempat bermalam. Salah satu yang teringat adalah kegiatan Pramuka, karena mereka melakukan aktifitas di lapangan terbuka.
Minggu, 10 Mei 2020
eksplore KL Genting (Dua)
Jika bagian rute jalan-jalan Phuket dan Singapura sudah ditulis di sini dan sini, maka giliran tujuan Malaysia ikut saya ceritakan. Sebetulnya ringkasan ceritanya juga sudah diangkat di sini, tapi tulisan tersebut hanya fokus pada perbandingan, bukan tentang catatan perjalanannya.
Ini adalah kunjungan ketiga saya. Pertama itu masih dalam rute ulangan yang sama di sini di tahun 2011. Sedangkan yang kedua hanya sekedar transit di KL, kemudian berlanjut dengan tujuan utama pulau Langkawi menjelang kepulangan. Perjalanan versi tahun 2013 itu memang belum saya ceritakan, tapi video perjalanannya sudah tersedia di sini. :))
Kamis, 30 April 2020
Sensasi Mabuk
"Bro, nge-fly yuk, udah lama nih."
Untuk tema tulisan ini sepertinya sudah saya siapkan sejak dulu, tapi entah mengapa selalu tertunda-tunda. Kemudian ketika tidak sengaja memutar ingatan yang berkaitan, akhirnya memang sudah waktunya saya tuntaskan untuk mengangkat tema "mabuk" ini. :D
Mabuk adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh banyak orang. Salah satu cirinya adalah ketidakmampuan untuk mengontol dirinya sendiri, bahkan tidak bisa mengingat apa yang sedang dilakukan olehnya sendiri. Dengan kata lain mabuk itu bisa disejajarkan dengan ketidaksadaran, alias kita tidak tahu apa yang kita perbuat.
Minggu, 26 April 2020
Lebih Dekat
"Lebih dekat? Memangnya selama ini jauh?"
"Mungkin lebih tepatnya jaga jarak."
Kali ini saya ingin bercerita mengenai jauh dan dekat, pada utamanya tentang lebih dekat seperti yang tertulis di judul. Lagi dan lagi saya mengambil contoh wisata perjalanan sebagai gambaran, agar kita lebih mudah menangkapnya.
Rabu, 22 April 2020
eksplore Singapura (Dua)
Sama seperti trip kedua saya ke Phuket yang baru saya tulis di sini. Tujuan Singapura ini juga kurang lebih agak mirip, karena masuk dalam rangkaian perjalanan "ulangan" yang sengaja direncanakan. Dulu saya pernah sekali ke sini waktu tahun 2011 di sini. Untuk durasi waktunya masih tetap, karena hanya menghabiskan dua hari bersih di sana.
Cerita dalam edisi Singapura ini dimulai pada malam hari, saat sampai di bandara Changi menjelang tengah malam, setelah bertolak dari KL pada tanggal 02 April 2019 yang lalu. Hari pertama itu sebetulnya hanya untuk transit saja, karena waktu dua hari bersihnya itu dimulai esok paginya.
eksplore Phuket Phang-Nga
Untuk perjalanan kali ini, sebetulnya sudah saya angkat secara singkat di sini. Tapi karena memang lagi ingin bercerita, jadi saya akan ceritakan pengalaman secara keseluruhan, khususnya untuk babak pertama di rute Phuket Phang-Nga ini.
Dulu saya juga pernah ke Phuket di sini, tapi rasanya belum puas karena waktu yang mepet. Total waktu itu hanya 3 hari, dengan hari pertama sampainya juga sudah sore hari, alias hanya punya waktu dua sepertiga hari saja. Tidak ada acara "menikmati" perjalanan pada kesempatan tersebut, karena hanya mengejar datang ke tempat wisata saja. Hingga akhirnya ingin saya ulangi kembali, dengan waktu yang lebih longgar di trip kali ini.
Langganan:
Postingan (Atom)






