Jumat, 16 Januari 2015

trip Ciherang Puncak Dua


Saat mendengar infonya kemarin, saya langsung penasaran dengan jalan alternatif puncak yang lewat jalur belakang. Peta google maps ikut menuntun persiapan, sekaligus langsung berangkat pada hari kedua di tahun ini.

Karena sudah terbiasa memacu kuda besi di sepanjang jalur non-tol Bogor (arah Jakarta), perjalanan jadi terasa santai. Hendak "memotong" jadi sekali2nya lewat dari arah yang berlawanan. Lewat Depok Margonda, kemudian belok kiri untuk masuk jalan utamanya. Hanya tinggal lurus terus dengan patokan menaiki jembatan di Cibinong, lalu berbelok untuk sampai di Citeureup tidak lama kemudian.

Jumat, 09 Januari 2015

Daftar Judul (Buku)


Ketika sampai akhir, dari mana semuanya bermula? Jawabannya tentu awal.

Suatu awalan merupakan langkah pertama, sebelum ke langkah berikutnya.
Berikut ini adalah karya yang akhirnya "lahir" dalam bentuk halaman buku. 
Dilepas ke umum karena sudah "cukup".
Bermula dari terbaru di atas, sampai terdahulu di bawah. :)


Sabtu, 20 September 2014

Simbol Wisata



Niat untuk berwisata "sejarah" sebetulnya satu dari dua jenis plesiran favorit saya, karena minat masih belum beranjak dari kedua jenis tujuan tersebut, bahkan kini semakin dipertajam dengan satu hal yang menyatu diujungnya.

Keinginan untuk mendatangi simbol-simbol tertentu sebagai tujuan wisata tentu sudah ada, secara tidak sadar. Tapi untuk yang satu ini bermula ketika saya mengunjungi Langkawi, tahun lalu di negeri seberang. Melihat satu identitasnya sebagai simbol kota atau wilayah, patung burung elang yang berdiri, dekat pelabuhannya.

Rabu, 17 September 2014

Lorong Waktu



Lorong itu masih teringat jelas, paling tidak itulah yang teringat sejak pertama kali menjejaknya, kira-kira hampir dua puluh tahun yang lalu, saat masih belum beranjak dari abad dua puluh.

Mengingat langkahku dengan keinginantahuan yang tinggi, tapi kala itu luput oleh karena keenggananku. Sebelumnya melihat dua teman lain yang berlari dari (atas) dalam lorong, mengambil sesuatu di depan pintu, di tempat sementara untuk ransel anak-anak yang datang.

Senin, 18 Agustus 2014

Tepatnya Cepat



Pagi itu, satu hari di dekade terakhir abad 20, kami yang tergolong masih bocah bergembira riang. Karena sekolah mengadakan karyawisata ke kawasan utara Ibu kota Jakarta, tempat yang menjadi tujuan hiburan masyarakat. Hal yang menarik adalah dibukanya suatu akuarium raksasa kala itu, mendapat julukan seperti sedang menyelami lautan.

Rasa antusias kami tentu sangat tinggi, hingga datang sesuai waktunya sekitar pukul tujuh pagi. Para guru sudah memperhitungkan jamnya. Meski mereka sedikit menipu jam keberangkatannya supaya anak-anak didiknya datang seluruhnya. Lebih baik menunggu karena lebih dahulu datang, ketimbang tertinggal karena terlambat.

Rabu, 16 Juli 2014

(Update) Review Bacaan Buku

Sepertinya kegemaran membaca itu terjadi tanpa diduga-duga momentumnya, salah satunya bermula dari sini. Berikut ini adalah jejaknya, dimulai dari yang terbaru hingga mula-mula membaca "buku" sampai bawah. :)

Rabu, 02 Juli 2014

(AirAsia) Si Pemancing Impian



Tanggal 3 Desember 2011 bersiap masuk dalam rencana. “Tapi sepertinya tidak jadi. Mengapa?”

Ternyata waktu yang terpilih itu harus berbagi dengan bulan sebelumnya, karena tanggal 30 November 2011 tidak tertinggal. “Bagaimana ceritanya? Apakah hanya itu saja?”

“Tidak. Ada lika-liku untuk sampai kesana, sekaligus membuka hal lain yang tidak terduga sebelumnya, termasuk mimpi.”  Bagaimana mungkin? Apakah impian itu bisa tidak terduga? Sangat bisa karena kita semua mungkin mengalaminya, disadari atau tidak.

Impian ini bermula saat saya mendengar cerita teman. Tentang suatu acara yang akan menyenangkan setiap pribadi yang melakukannya, berwisata dan tamasya ke tempat tertentu, suatu daerah yang terkenal atau tidak, untuk suatu kepuasan.

Kamis, 05 Juni 2014

Pagi Siang Sore Malam



Ayah, Anak dan Saudaranya keluar dari negeri nyata, tidak sengaja masuk ke negeri dongeng.

Kamis, 13 Februari 2014

Jauh, Sembunyi dan Dalam


Kanan dan Kiri..... Benar dan Salah....
Bukan dua-duanya atau tidak sekadar dua-duanya?
Atau bisa pilih salah satunya?

Saya kebetulan mengetahui prinsip dasar pemberitaan (jurnalisme). Diantaranya perlu berimbang dan dapat di pertanggungjawabkan. Harus dikonfirmasi dan ada ucapan pembenaran didalamnya. Diluar itu? Belum dapat dipercaya atau sengaja diabaikan. Pada utamanya pemberitaan yang penting. Kalau tidak penting yah tidak masalah jika asal bunyi.

Kalau lihat berita katanya harus yang terpercaya. Mengikuti aturan yang berlaku. Aturan yang awalnya itu tidak ada dan sampai akhirnya diberlakukan. Seperti satu berita yang isinya harus ke bawah. Idealnya semua orang percaya dengan arah bawah. Tanpa sadar membanggakan perannya sebagai pengekor. Sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Tidak masalah jika hanya untuk hiburan belaka. Masih banyak aturan-aturan lain yang belum diberlakukan. Untuk sesuatu yang lebih penting.

Sabtu, 07 Desember 2013

Waktu Sampai



Kita sudah memperhitungkan waktu oleh karena pemilik waktu.

Sebagian manusia menganggapnya berharga. Jika memang benar adanya tidak masalah. Yang menjadi masalah penghargaan atasnya direndahkan dengan sebutan uang. Mungkin mereka belum paham. Hingga dihajarnya menjadi pengemis waktu.

Sebagian lagi menganggapnya ajaib. Jika diperlakukan sebagaimana mestinya memang baik. Menjadi buruk jika terjadi sebaliknya. Mereka terlalu percaya dengan kuasa waktu. Hingga kuasa tangan mereka yang seharusnya di kebiri ketika bersembunyi dibaliknya.