Minggu, 23 Oktober 2011

Menjaga Hati


Pernah dengar suatu pertanyaan tentang perilaku manusia, tetapi di akhiri dengan kalimat "Hati orang siapa yang tahu......" 


Rasanya kutipan itu memang benar adanya, tidak ada manusia manapun yang dapat mengetahui isi hati orang lain. Tapi dari isi hati seseorang, cerminannya tampak dengan jelas di dalam sikap berperilaku, tetapi pada kenyataannya hal tersebut kadang sering tidak sejalan.



Ketidaksesuaian bentuk sikap hati dengan perilaku memang bisa saja terjadi, menjadi hal yang semakin banyak terjadi dewasa ini. Terlebih pada zaman ini di mana manusia berusaha "tampil" di harapan orang lain, memenuhi pula kebutuhan materi dan gaya hidup yang melaju cepat di sekeliling kehidupan kita.




Baru kemarin (23/10) saya melihat status Facebook salah satu teman, bahwa Tuhan ada di Facebook karena banyak doa2 yang ditulis di sana. Saya tertarik untuk berkomentar, bahwa hal tersebut justru bagus, karena masih banyak manusia waras yang masih mengingat Tuhan-nya. Pemilik status membalas dengan berharap, semoga doa dan tindakan tidak bertolak belakang. Kondisi itu semakin menyadarkan kita, bahwa sudah banyak orang-orang yang menyadari bahwa perilaku munafik kadang-kadang memang ada.




Saya berpendapat bahwa sikap hati seseorang perlu ditata, hingga berpengaruh kepada sikap perilaku yang tampak. Karena bagaimanapun suatu perilaku, disadari atau tidak, tentu berasal dari sikap hati kita. Jadinya saya tidak mempercayai orang yang berbicara dengan alasan asal/tidak serius.



Bahkan ketika seseorang berperilaku baik atau prihatin terhadap sesuatu, itu bukan serta merta berarti sikap hati orang itu juga sama, mungkin bisa sebaliknya perilakunya tidak setulus atau malah bertolak belakang dengan sikap hatinya. Jadi bagaimana? Artinya kita sebagai manusia harus peka, untuk dapat mengetahui apa setiap motif orang lain yang tidak dibahasakan.




Memang manusia dapat menyembunyikan sikap hatinya dari orang lain, tetapi yang patut diingat adalah kita tidak dapat menyembunyikan apapun dihadapanNya. Saya percaya bahwa setiap apa yang kita lakukan dalam perilaku, atau yang kita pikirkan melalui sikap hati, maka segalanya akan dihitung dan akan ada upahnya nanti.



Jadi kita perlu menjaga hati, agar selalu bersih dan layak dihadapanNya, itu yang terpenting, karena sesungguhnya sikap hati merupakan cerminan kehidupan.

Gbu