Kamis, 03 Mei 2012

Tingkatan Pendukung (Fans)


Apakah anda memiliki kegemaran, serta cenderung mengikutinya secara serius di dalam alam pikiran? Jika jawabannya iya, artinya anda masih menjadi "pendukung" tingkat tinggi. :P

Apa itu pendukung? Menurut pengertian yang terlintas, sesuatu yang menjadi kegemaran seseorang, bisa olah raga, musik, film, dsb. Umumnya suatu paket yang pernah tampil di hadapan kita, baik secara langsung atau tidak, bisa secara individu atau kelompok.

Nah jika pendukung tingkat tinggi itu apaan ya? Menurut pendapat pribadi saya yah perhatian yang dicurahkan untuk hal tersebut memang tinggi, hingga berpengaruh pada emosi kita, umumnya banyak dialami oleh orang muda. Fakta itu terjadi karena pemikiran orang muda masih sangat2 luas, hingga butuh banyak input informasi dari luar. Istilah yang sangat umum masih proses cari2 jati diri, itu katanya.

Salah satu hal yang unik lain tentang semakin seringnya artis dan musisi singgah di sini, secara kebetulan ada basis penggemar yang terbentuk. Mereka para penggemar bisa berkorban dan rela menunggu di airport untuk bertemu langsung dengan idolanya. Hal itu dilakukan sebagai ekspresi yang ditunjukkan oleh mereka, karena adanya minat dengan sesuatu hal tersebut.

Saya juga pernah mengalaminya, tapi untungnya tidak sampai niat banget, karena hanya sebatas tontonan olah raga. Yang saya ingat benar adalah bersama seorang teman di bangku sekolah menengah pertama, main jago2an tim sepak bola Eropa di sana. Jika mengingatnya saya suka tertawa sendiri sekarang, karena pada saat itu seperti serius benar dan ada kebanggaan mendukung sebuah kesebelasan sepak bola.  :D

Hal lain yang pernah saya alami adalah rasa debar2, ketika sesuatu yang kita dukung sedang bagus2nya, dalam arti sedang berprestasi. Menyaksikan balap mobil Formula-1 dengan mendukung tim Williams, atau beberapa tim lain yang berhubungan, sebagai cikal bakal apa yang perlu digemari. Merasakan pula dag dig dug pada saat lomba dimulai, layaknya seperti orang2 yang terlibat di dalamnya. :P

Tim balap mobil F1 pertama yang saya gemari sudah pasti karena melihat aksinya secara langsung. Waktunya itu berbarengan pula dengan balap versi roda duanya, kala itu masih bernama Grand Prix 500cc, hingga sekarang bernama MotoGp dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Kala itu saya mendukung pembalap yang bernama Alex Criville, sementara Legenda Balap Valentino Rossi juga saya dukung, meski kala itu yang bersangkutan masih berlaga di kelas terendah 125cc, bintang masa depan yang sempat bercelana pendek di atas podium. Xp

Lambat laun tingkatan kegemaran yang ada mulai berubah, terus menurun seiring berjalannya waktu. Di mana saya sudah tidak terlalu mempedulikan lagi aksi mereka, karena memang tidak ada pengaruhnya bagi kita. Mungkin itulah alasan mengapa para orang tua kurang terlalu mau mengikuti perkembangan zaman. Mereka sepertinya hanya memikirkan hal yang lebih penting, dalam hal ini keluarganya yang berpengaruh. 

Bagi saya kegemaran atau jadi fans hanya sebagai kesenangan saja sekarang. Untuk suatu waktu saya hanya sekadar mengekspresikan apa yang saya gemari, hanya untuk menunjukkan jika saya mendukung dan menyukai sesuatu hal tersebut (jadi fans).

Lain hanya dengan pihak2 yang memiliki nilai kedekatan (proximity). Salah satu nilai itulah yang menurut saya masih menjadi alasan mengapa basis penggemar selalu ada, karena tiap manusia juga tinggal dalam satu wilayah bukan? Jadi khusus kasus tim sepak bola yang saya gemari yaitu Liverpool, rasanya sah2 saja pendukung dari wilayahnya sana memiliki fanatisme yang tinggi, karena mereka menjadi warga kota tersebut dan besar dengan pengaruh lingkungannya.

Banyak hal yang dapat dijadikan basis penggemar, menurut saya yang tertinggi adalah olah raga dan hiburan. Dari hukumnya suatu hal tidak akan ada tanpa ada hal lain, seperti tidak akan ada penjual tanpa pembeli, karena banyak pembeli (penggemar) maka si penjual (sesuatu hal) akan tetap ada dan eksis, karena saling melengkapi.

Yang perlu diperhatikan adalah untuk apa saling melengkapi tersebut, kebanyakan yang namanya industri ya sudah barang tentu melihat nilai ekonomis. Beberapa saudara sebangsa kita yang menjadi basis penggemar butuh melihat langsung objek yang digemarinya, sementara si objek memandang basis pendukungnya sebagai basis dukungan, serta punya prospek nilai ekonomis.

Bukan serta merta tentunya seluruh orang muda dapat dikatakan demikian (harus jadi fans) dan harus mengekspresikan kegemarannya, karena kegemaran orang pasti berbeda2, tergantung apa yang di input dalam lingkungannya bertumbuh.

Dalam tingkatan tinggi menjadi pendukung, kita secara tidak langsung berusaha memberi pengaruh kita. 

Seperti pendapat kebanyakan orang di masa sekarang, bahwa kita harus menjadi orang yang berpangaruh terhadap orang lain

Hal itu memang wajar, tapi yang lebih penting adalah melihat apa yang mempengaruhi kita.