Kamis, 26 April 2012

Ikutin Teknologi Informasi



Zaman sekarang di dekade kedua abad 21 ini, kita hidup pada zaman Teknologi informasi. Kondisi ini berbeda dengan keadaan di penghujung abad 20 yang lalu. Teknologi adalah suatu penemuan dalam bidang apapun, sesuatu yang berguna untuk menaikkan taraf hidup manusia menjadi lebih baik dan mudah, salah satunya teknologi informasi.

Suatu Teknologi tidak dapat berdiri sendiri, tetapi memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya. Salah satu yang menjadi sentral jadi persimpangan berbagai penemuan adalah teknologi komputer.

Pada era tahun 90an saya sempat menjajal komputer yang masih menggunakan DOS, dengan layar hitam putih dan disket yang tipis dan lebar, serta perangkat keras yang masih terus berkembang. Beberapa program yang saya ingat adalah Print Magic dan Word Star. 

Salah satu yang akhirnya mengubah wajah komputer adalah peluncuran Windows 98. Dari sana  gambar atau foto sudah mampu ditampilkan dalam layar komputer. Sebuah slogan klasik yang punya makna kuat keluar, berlaku hingga sekarang, berbunyi "Apa yang kau lihat, itu yang kau dapatkan...."

Berturut2 setiap tahunnya Windows meluncurkan versi yang berbeda, meski belakangan mulai berkurang sampai sekarang. Karena software-nya sistem copyright (hak cipta), maka muncul juga software copy-annya di mana2 (hukum alam). :D


Bersamaan dengan itu masih di penghujung abad 20, teknologi komunikasi yang namanya Handphone (HP) mulai masuk ke masyarakat, meski hanya beberapa kalangan saja yang mampu menggunakannya, karena nilai jual yang cukup tinggi.

Di awal abad 21 sudah mulai banyak tipe HP yang beredar, dari yang awalnya layar monochrome (hitam-putih), sampai berkembang dengan layar berwarna. Bahkan semakin lama, resolusi gambar yang dihasilkan semakin tajam dan halus. 




HP yang berkembang menyajikan beberapa fitur utama, yang kemudian menjadi wajib harus tersedia seperti kamera dan multimedia. Fitur tambahan lain konektivitas Bluetooth, serta teknologi tua Infrared, sebagai alat untuk pertukaran data. Menurut saya sampai sekarang jalur Kabel Data tetap paling praktis, mudah dan cepat, dengan instalasi penggunaan yang semakin mudah pula (tinggal colok).

Pihak lain juga kecipratan perkembangan teknologi informasi ini, salah satunya adalah penyedia jasa jaringan, atau terkenal dengan sebutan operator selular. Sampai sekarang terdapat tiga pemain tua teknologi GSM, yaitu si merah Telkomsel, si kuning Indosat dan si biru XL. Belakangan muncul juga operator baru seperti Three dan Axis, serta pemain lain dari teknologi beda jalur yaitu operator dari CDMA.


Layanan dasar Telepon dan SMS pernah yang dijadikan arena perang harga, berlaku di antara operator beberapa tahun yang lalu (sekarang perangnya sudah reda, fokus di layanan katanya). Hingga layanan jaringan internet semakin berkembang dan diminati oleh pengguna.

Dahulu begitu susahnya kita meng-akses internet. Saya ingat untuk bermain internet suka langganan ke warnet sekitar tahun 2004-an, alasannya karena internet untuk rumah harganya masih mahal. Salah satu layanannya adalah memanfaatkan internet dari line telepon rumah bernama Telkomnet Instan. Suatu layanan yang bisa langsung dimanfaatkan pengguna untuk online internet, tanpa harus daftar atau berlangganan. Dengan bunyi khas-nya sebagai internet jadul, karena memang sangat lambat speed-nya (56.6 kbps), tapi lumayan buat browsing santai.

Hingga akhirnya saya bisa menikmati layanan internet dari operator CDMA. Sejak saat itu pula, sepak terjang saya ke warnet selesai, berganti dengan internet di rumah tanpa boros tagihan telepon.

Teknologi CDMA punya standart speed-nya maksimal (153 kbps), bahkan ada juga teknologi 3G versi CDMA yang dinamakan EV-DO, speed maksimum bisa (3,1 mbps), meski saya belum sempat mencoba.

Teknologi CDMA menjadi andalan saya ber-internet selama beberapa tahun lamanya. Berawal dari pembelian modem Wimode (Esia) dan Star One (Indosat), keduanya memakai sistem time based alias pulsa dipotong berdasarkan durasi. Menurut saya ini lebih hemat, ketimbang sistem volume based yang akan memotong pulsa berdasarkan jumlah "file" per-KB yang kita buka, karen kalau online di komputer sangat boros bandwitdh.



Pulsa internet berdasarkan durasi mulai saya tinggalkan, ketika mulai pakai layanan internet unlimited dari operator Smart.  Untuk sekadar browsing cukup lancar, meski tidak bisa dibilang ngebut kecepatannya. Pada zaman memakai internet CDMA ini seperti membuka nostalgia, karena saya bisa menemukan kembali lagu2 jadul atau klasik 90an. Sesuatu yang dahulu rasanya sulit didapat, tapi dengan mudah ditemukan untuk di download, disimpan, dan dinikmati. :D


Akses internet dari HP semakin mudah, karena tidak perlu lagi setting manual seperti dulu, semuanya sudah otomatis terhubung. Hingga saya punya dua HP Smart yang murah merah. Salah satunya dipaksa "ON" terus menerus, karena selalu terhubung dengan komputer. Sementara yang lain digunakan seperti HP biasa, hingga bisa online di mana saja.


Bagaimana dengan HP GSM? Tentu tidak ketinggalan, karena sejak awal punya HP Layar berwarna, setting-an HP untuk berinternet sudah tersedia pada posisi ON, meski pemakaiannya cukup terbatas karena mahal. Hanya sebatas membuka WAP-site yang lebih mengutamakan infomasi dari kata-kata, bukan WEB-site yang sudah bercampur dengan gambar dan fitur-fitur terkini yang memakan "kuota" banyak.

Zaman dahulu internet dari operator GSM masih manual berdasarkan pemakaian per-KB, belum ada sistem kuota besar tersedia. Mungkin juga berkaitan dengan masih terbatasnya pilihan penyedia jasa internet.

Beberapa tahun belakangan mulai berkembang teknologi lain, yaitu perangkat milik Blackberry. Awalnya layanan utama mereka adalah push E-mail, dalam arti kita dapat membuka seluruh E-mail yang terhubung tanpa harus online terlebih dahulu. Tapi oleh masyarakat kita yang suka bersosialisasi, terdapat layanan lain yang bisa lebih dimanfaatkan, pastinya kita sudah tahu dengan BBM chatting, digunakan antar perangkat dengan identitas PIN pengguna.


Meski mulai banyak yang pakai sejak pertama kali diluncurkan, saya baru tergabung dalam zona Blackberry pada akhir tahun 2009. Hal itu karena mulai banyak juga teman yang memakai, hingga ikut memanfaatkan layanan chatting dan social networking yang menjadi andalan mereka.

Bersamaan dengan itu mulai muncul senjata lain untuk berinternet di rumah, karena adanya trial gratis yang diberikan oleh TV-Kabel First Media. Awalnya hanya dengan speed (1 Mbps), hingga berubah menjadi (3 Mbps) dan di alirkan ke 3 komputer dan sinya Wi-Fi.



Setelah sekian lama sudah tidak lagi terlalu mengikuti perkembangan, maka harga yang ada kini (2012) kebanyakan sudah sangat terjangkau. Harga perangkat sudah tidak terlalu tinggi seperti beberapa tahun sebelumnya. Bahkan perangkat Blackberry mulai kedatangan pesaing baru, dengan nama Android yang diperkirakan akan berkembang pesat. Apakah itu mungkin? Jawabannya bisa saja.


========================================================
(Update = Oktober 2019)

Jawaban di atas alinea terakhir pasti kita sudah tahu sekarang. Selang 7 tahun sejak tulisan itu dibuat, maka keadaan sudah jauh berubah.

Blackberry seperti yang kita tahu sudah pensiun.

Android yang kala itu masih mengandalkan OS Gingerbread dan belum banyak yang pakai, kini sudah semakin berkembang dan mendominasi pasar, dengan OS Pie terbarunya.

HP juga semakin berkembang, dari model batang, QWERTY, hingga sekarang menjadi Full Touchscreen.

Internet jangan ditanya lagi, semua operator sudah bersaing, bahkan mulai stabil menawarkan paket kuota besar yang murah meriah. Bahkan internet di rumah kecepatannya sudah berkali-kali lipat, hingga (50 Mbps).

Operator selular juga masih belum berubah, tiga besar Telkomsel Indosat dan XL masih eksis, dengan tambahan Three sebagai pemain keempat. Sementara pemain AXIS diterkam menjadi milik XL.

Operator teknologi jenis CDMA sudah pensiun semua, hanya tingga SmartFren yang eksis, gabungan antara Smart dan Fren Mobile-8 yang pindah jaringan ke 4G.

Slogan "Apa yang kamu lihat, itu yang kamu dapatkan..." itu memang masih berlaku sampai sekarang. Meski kadang karena kecanggihan software, jadinya ada modofikasi sedikit, menjadi "Apa yang kamu lihat, (belum tentu) itu yang kamu dapatkan...." Xp

Tapi tujuan dari internet yang membuat dunia tanpa batas, sepertinya memang kita rasakan sekarang. Khususnya ketika kecepatan internet bisa mendukung, untuk menjalankan layanan Video Call dengan lancar.

Teknologi Informasi, memang tidak akan ada habisnya jika diikuti. :D