Minggu, 20 Mei 2012

Akhir dari sebuah cerita bookingan (Langkawi)

http://www.aridztech.com/airasia/

Nampaknya cerita ini dari awal memiliki keunikan, melanjutkan cerita dari Promo Gagal Terbang yang lalu sampai menjelang keberangkatan yang sudah berencana saya batalkan pada akhirnya teman saya tetap akan pergi berdua yaitu si Brandon dan Anto, meski mereka sendiri juga canggung jalan hanya berdua saja karena mereka tipe orang yang lebih suka ramai-ramai.

Di mana ketika saya berencana membatalkan perjalanan,hal tersebut juga nyaris membatalkan kepergian keseluruhan tetapi saya berdalih mereka tetap dapat berangkat tanpa saya, setelah diskusi cukup panjang mereka tetap akan pergi dengan arahan saya yang mengetahui benar kemana saja tempat yang harus mereka tuju, karena saya sudah menyiapkan dua rencana besar serta satu rencana tambahan bagi mereka mengenai rute tiket yang tersedia.

(Kuala Lumpur - Langkawi - Penang) rute tersebutlah yang menjadi basis tiket promo Air Asia yang kami miliki, hal tersebut berjalan sebagaimana mestinya yaitu beberapa hari sebelum keberangkatan seluruh tiket yang ada saya kirim ulang ke email mereka masing-masing tanpa memperhatikan subject nya.

Sehari sebelum keberangkatan tanggal 23 April 2012, rencananya saya akan bertemu mereka karena mungkin mereka sudah siap-siap untuk menjelaskan rute yang dapat dipilih, terlebih si Anto yang tinggal di Bekasi, sudah bersiap menginap di Jakarta supaya besok tepat waktu berangkatnya sehingga saya pun mencetak "Boarding Pass" mereka karena untuk keberangkatan domestik disana sudah saya proses melalui Web Check-in yaitu sejenis fasilitas cek-in melalui internet untuk mendapatkan nomor kursi.

Cerita konyol bermula dari sini, dimana setelah saya perhatikan dan mencari beberapa bookingan yang ada di e-mail serta di account website Air Asia dimana saya terdaftar tersebut ternyata tanggal keberangkatan besoknya untuk Anto tidak ada, yang saya temukan terdapat dua bookingan Anto di tanggal yang sama namun bulan berbeda untuk 1 bulan kemudian (Mei 2012)

Ketika mem-bookingnya pada Mei 2011 yang lalu memang agak kacau dikarenakan banyak permintaan serta menentukan rute dan sebagainya sehingga proses bookingnya tidak sekaligus tetapi satu per satu mengejar kesempatan yang ada. Si Brandon sendiri baru mendapatkan tiket Langkawi "one way" pada bulan Desember 2011 menunggu harga promo yang murah.

Pada akhirnya terjadi kesalahan bookingan atas nama Anto sejak awal sementara untuk pulangnya ke Jakarta kembali seminggu kemudian tiketnya sudah aman tercetak, dimana ini seperti cerita jenaka saja saya pikir. Laporan tentunya saya sampaikan kepada si Brandon, dengan melihat beberapa opsi lain, yang jika booking ulang dengan tiket yang tersedia saat itu maka (Jakarta-Kuala Lumpur) harganya hampir 600 ribu rupiah.

Saya sadar ini merupakan kesalahan saya dalam mem-booking sehingga bertanggung jawab mengembalikan keseluruhan biaya tiket si Anto yang sepertinya tidak jadi pergi seharga 300ribu rupiah seluruh tiket.

Jika dia mau mengeluarkan sedikit biaya saja yah tiket hampir 600ribu akan ditanggung bertiga atau berdua dengan saya tetapi hal tersebut sepertinya sulit kata si Brandon karena si Anto sudah tidak ingin mengeluarkan uang lagi, ketika saya menghubunginya opsi pengembalianlah yang di ambil, padahal sejak awal dialah yang sangat ingin pergi. Mungkin baru kesempatan pertama keluar negeri, kurang lebih sama dengan yang saya rasakan saat jalan keluar negeri pertama kali pada Desember 2011 yang lalu.

Pada akhirnya si Brandon tetap pergi dengan pacarnya si Adel yang membooking tiket (Jakarta-Kuala Lumpur) pulang pergi sehari sebelum keberangkatan seharga hampir 1,5 juta rupiah yang dibooking menggunakan metode kartu kredit, karena saya ingat untuk pembookingan 2 hari sebelum keberangkatan maka sudah tidak bisa menggunakan internet banking.

Si Brandon jadinya tidak memakai tiket Langkawi dan Penangnya, yah itu sudah resiko, sebelum memutuskan pergi dengan Adel, dia sempat berencana pergi sendiri dan itu membuat saya terkaget-kaget karena nampaknya dia memang akan seperti orang hilang jika berangkat sendiri, dari sini saya baru menyadari kalau memang orang tidak bisa disamakan, banyak berbagai macam watak tentunya.