Kamis, 19 Maret 2015

Bukan Sekadar (tips) Menulis



Sebetulnya jadi terlihat percaya diri andai saya menulis ini, kemudian sampai mempublikasikannya. Tapi tidak ada salahnya berbagi, kebetulan saya sampai ada pada titik ini karena kesediaan beberapa orang dalam berbagi. :)



Cerita menulis ini gongnya baru dibuka dari beli niat ini, kemudian jejaknya cuma sebanyak ini




Tahapan itulah yang berjalan dari awal menjadi pembaca, sampai "balik arah" jadi penulisnya. Jadi ini hanya bercerita, tapi bukan sekadar (tips) menulis, andai bermanfaat tentu lebih baik. :D

===

3 bulan pertama
IDE menjadi jenderal di segala titik, pokoknya tulisan yang bagus itu harus ada inti cerita, yang oke dan menarik sekaligus. Tekniknya? Itu gak penting, percuma juga andai punya rangka mesin yang 'Wah" tapi kaga ada tenaganya.

Pada periode ini otak sedang "basah" dan punya tiga inti sekaligus, tentu sedang percaya diri kalo tulisan akan punya efek, karena kalau tidak untuk apa dituliskan? Tapi satu inti yang penting ini tidak bisa berjalan sendiri, karena meski bisa membuka pintu, keberadaannya jadi tidak bertaji saat tidak bisa menutupnya dengan baik. :O

Mungkin kesimpulannya, "Kamu ingin menyampaikan apa di ceritamu?" 




6 bulan pertama
TEMA mulai menjadi menyusup di beberapa titik, ikut mengompori IDE dalam pelampiasan napsunya. Cerita yang semakin lebar tentunya akan terlihat lebih komplit plit plit plit. Kalau bisa menyentil tiga kali dalam satu putaran, kenapa hanya sekali saja? Buang-buang waktu jadinya!

Pada periode ini mulai ada pemisahan cerita dalam adegannya, khususnya antara monolog dan dialog, dua komponen yang mulai memetakan ide ke bentuk rupa. Terus mulai menatap ketahanan suatu cerita, ngarep-nya cerita yang tertuang itu tidak hanya sekadar numpang lewat. Pegel atuh, udah mikir cape2 buat cerita dari sekitar tiga puluh ribu kata, tapi hanya untuk sekali jalan doank. :P

Menurut saya pada bagian inilah ilmu tulis menulis berlaku umum, siapa saja dapat membuat cerita menurut temanya sendiri, atau istilah mudahnya mengarang bebas nan indah, semuanya bisa, karena kita semua punya keahlian dasar baca tulis.
Jadi apanya donk yang khas, "Idealnya buat cerita menarik, jadinya mau bicara tentang apa?" 



1 tahun pertama
(PION) alias jumlah karakter yang dimainkan dalam satu cerita. Tema yang melebar akhirnya menemukan formula (sementara) yang tepat, yaitu dengan menempatkan banyak tokoh guna memenuhi jalannya cerita. Alibinya akan membosankan kalau ceritanya hanya satu tokoh, dari pertama sampai akhir itu melulu?!

Pada periode ini mulai agak bangga dengan istilah multiplot, kelihatannya keren kan? Cerita jadi gak terlalu monoton kalau hanya mengandalkan plot sederhana yang mudah ditebak. Semakin rumit dan kaya sebuah cerita, jadinya agak susah ketebak akhirnya. Xp

Nah di sini mungkin sudah masuk dalam ciri khas masing-masing, "Yakin bisa buat cerita sulit ditebak (tapi menarik) ??" 



1,5 tahun pertama
FOKUS akhirnya mulai datang, setelah ngumpet entah kemana gara2 kalah bersaing dengan berbagai macam hasrat menulis beda. Seperti koki yang bisa menentukan bahan ramuan yang diperlukan. Efektifitas tema mulai menunjukkan tajinya, agak beda dengan si kembar efektifitas kalimat dan diksi yang beda sifat dan terjebak diantaranya.

Pada periode ini mulai manggut2, cerita yang ada tidak boleh kebablasan (gak nyambung) andai melebar.  Tema yang agak luas dan dimainkan oleh banyak tokoh mulai berkurang, di "merger" jadi beberapa tokoh saja. Terus ciri khas yang awalnya pengen diterapkan jadi urung, tentang sebuah cerita yang (harus) ada tema jalan-jalannya. :P

Kaya gini toh jadinya slogan yang bunyinya : "Buang yang tidak perlu!"



  2 tahun pertama
KARAKTER akhirnya juga mulai ikut eksis, setelah sabar menunggu teman-temannya yang lebih napsu membuat gaduh di pikiran. Mulai menantang, bahwa hanya dengan beberapa tokoh, cerita bisa punya tenaga dan belum tentu nge-bosenin.

Pada periode ini berhubungan dengan fokus, baru menyadari betapa pentingnya sepak terjang suatu tokoh, jungkir baliknya, (konon) ini salah satu aspek penting. Cerita yang terurai bisa memiliki alur panjang, atau dirapatkan andai mau. Keduanya memiliki fungsinya sendiri, tapi disesuaikan dengan timing-nya juga, bagaimana pergerakkan karakternya.

Akhirnya baru paham tentang celotehan, "Uniknya karaktermu itu apa sih?"

=====

Jadi mungkin itulah cara ala sendiri yang terbentuk. Ada yang perlu dituruti, serta ada yang perlu diperbaharui (bukan dilanggar). Karena beragam aturan itu awalnya tidak ada, sampai benar-benar diberlakukan. 

Ada satu teknik (aturan) cerita yang mungkin pas dalam penggambarannya. Misalnya seorang pemilik bisa mengendalikan ketiga mobilnya melalui remote control dari luar sirkuit, itu yang umum berlaku. Tapi ceritanya bisa lain saat berada di dalam salah satu mobilnya dan mengemudikan, mengapa kemampuannya jadi terbatas? Aturannya kalau sudah masuk di satu mobil, dua kendaraan yang lain sudah tidak bisa dikendalikan (Masa sih? :P). 
Tapi selalu ada solusinya, dengan penggambaran logis yang pernah saya baca, melalui teknik cermin, atau kalau pakai bahasa sendiri itu via monolog, entah flashback dsb. Boleh lah kalau mengikuti aturan tentang sudut pandang ini, yang dibuat pada tahun berapa yah? (Buka google). 

Kalau pada zaman teknologi ini  ada amandemen Undang-Undang, alias edit aturan. Mungkin bisa berandai tentang penggambaran di atas tadi, misalnya dua mobil lainnya dipasang kamera, itu jadi jawaban yang baik untuk membuat legal teknik (ala sendiri) yang jadi andalan. Meski pemilik ada di salah satu mobil dan mengemudikannya, remote control ada di tangannya dan tetap bisa memainkan dua mobil lain via kamera yang di pasang. :D

Akhir kata, sebagian kecil pengalaman (bukan tips) menulis itu tertuang dalam cerita lainnya, sebagai jam terbang yang harus dimiliki setiap penulis, untuk mengasah kemampuannya dan siap menjadi masuk ke belantika perbukuan Indonesia.

Satu satunya cerita yang dituangkan dalam panggung novel ini (Sengaja Promosi - Turun Gunung sedikit), berjudul Jam Terbang yang diterbitkan seorang Pendatang Lama, jika melihat timing-nya. :D 


NB : Masih dalam penyebaran, tapi intinya sudah (siap) tersebar. Mudah2an tidak ada kesalahan teknis seperti musim lalu. :P