Senin, 12 September 2011

Wisuda (Kini)


Wisuda hanya bisa dilakukan bagi orang-orang tertentu, mereka yg telah menyelesaikan studi dengan jenjang strata-1 dengan gelar sarjana. Suatu upacara yg dilakukan pihak penyelenggara pendidikan sebagai almamater bagi setiap lulusannya.


Dengan mengikuti proses wisuda, maka ada kebanggaan tersendiri yang didapatkan seseorang, baik secara pribadi atau kelompok, karena bersama telah berhasil menyelesaikan studi minimal 3,5 tahun untuk jenjang strata-1. 

Dahulu saya berpendapat ada beberapa bentuk kesuksesan, salah satunya menjadi peserta wisuda. Dapat memajang foto wisuda dengan mengenakan toga, yang juga dinilai sebagai kebanggaan oleh keluarga. Untuk masa sekarang apakah mengikuti wisuda tetap memegang peranan penting? Saya rasa hal itu kembali kepada individu masing-masing, bagaimana menyikapi pentingnya arti wisuda.

Seiring bertambahnya zaman yang semakin modern, maka ada nilai-nilai yang dahulu dianggap penting mulai mengalami pergeseran makna, termasuk salah satunya acara wisuda.

Untuk masa sekarang saya menemukan adanya penolakan mengikuti proses wisuda dikarenakan biaya, hal tersebut juga ada benarnya mengingat biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Tetapi hal tersebut hanya dianggap suatu alasan, bagi seorang sarjana menolak mengikuti upacara wisuda yang diselenggarakan pihak kampus.

Nyatanya wisuda selalu tidak kehilangan peminat, hal tersebut dipandang wajar bagi banyak orang. Proses wisuda dapat menjadi satu pengalaman kenang-kenangan bersama kampus, teman dan keluarga. Alasan wajar yang diutarakan wisudawan yaitu "sekali seumur hidup...."

Saya berpendapat bahwa memang wisuda itu sekali seumur hidup, tapi apakah kesempatan sekali tersebut menjadi wajib? Rasanya itu memang kembali lagi kepada masing-masing individu untuk bersikap, kalau alasannya seperti itu semua tampaknya tidak perlu ada perdebatan tentang boleh tidaknyaa bsen dalam acara wisuda. Ada perdebatan berarti ada beberapa orang yang tidak mempedulikan alasan "Sekali seumur hidup.....", belakangan saya juga tidak mempedulikan slogan itu. :)

Kesempatan wisuda memang selalu terbuka bagi seorang mahasiswa yang sudah sah lulus. Rasa kebersamaan akan semakin terjalin, ketika acara tersebut diikuti teman seperjuangan dalam hal ini satu angkatan. Kemungkinan juga saya akan melewatkan kesempatan kedua mengikuti proses wisuda, yang sebagian besar akan diikuti teman seangkatan, dikarenakan pandangan saya mengartikan arti wisuda.

Saya lebih melihat keberhasilan menyelesaikan studi, ketimbang tanda yang diberikan untuk itu. Surat ijazah sebagai tanda utama kelulusan telah didapatkan, sementara proses upacara penyerahan gelar sarjana nampaknya bukan menjadi prioritas untuk diikuti sekarang ini.

Alasan konyol adalah saya kurang tertarik berfoto-foto, atau ditampilkan di muka umum sesama penonton melalui layar LCD. Hal susunan acara itu karena saya ketahui dari teman yang sudah ikut. :)